Polisi Kembali Amankan Gula Ilegal

Mei 21, 2008

Ditemukan 15
Ton Gula
Tak Bertuan

KUALATUNGKAL – Jajaran polisi resort (Polres) Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), kembali mengamankan gula pasir sekitar 15 ton di Dusun Sungai Lanjut, Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tungkal Ulu, Tanjab Barat, pada Rabu (21/5).

Baca entri selengkapnya »


Stop Pencekalan Seni

Mei 17, 2008

Waduh, jaman sekarang kayaknya lagi ngetrend cekal mencekal di bidang seni. Mulai dari seni pertunjukkan, sampai seni peran. Kok bisa ya? Padahal seni kan tetap seni, bukan sesuatu yang bisa dianggap bersalah atas rusaknya moral para penikmatnya. Apalagi, seni itu kebetulan memiliki nilai-nilai sensualitas–yang sebatas kewajaran– saja. Misalnya, film Mau Lagi (ML) ataupun aksi panggung beberapa aktris Indonesia.

Baca entri selengkapnya »


Kodim 0419 Amankan Minyak Ilegal

Mei 6, 2008

KUALATUNGKAL – Satuan petugas Kodim 0419 Tanjung Jabung, berhasil mengamankan tiga orang tersangka pelaku minyak mentah ilegal, di lokasi SWB II Desa Purwodadi, Kecamatan Tungkal Ulu, pada Senin (5/5) lalu sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca entri selengkapnya »


Infus

Mei 2, 2008

Kalo diinfus, ssst… mestinya harus diam-diam, berbisik-bisik, ndak usah ribut-ribut atau nyeleneh ke sana ke mari. Kalau tidak mau cairan penyehat itu malah berantakan di dalam tubuh.

Nah, kalau bicara Temu Sastrawan se-Indonesia (TSI) yang bakal digelar di Grand Hotel Jambi dan di Taman Budaya Jambi, ssst… mestinya juga harus diam-diam, berbisik-bisik, ndak usah ribut-ribut atau nyeleneh lah ke sana- ke mari, yang penting sastra dan sastrawan harus jalan terus. Supaya Indonesia bisa diobati lewat cairan-cairan jiwa yang lebih tulus, jujur dan berkelanjutan.

Lah???

Lah iya, kenapa harus ribut temu ini temu itu, kalau karya-karya sastra masih berkutat pada kesulitan yang itu-itu juga. Pencapaian yang stagnan, melulu pada minimnya wadah-wadah publikasi karya yang kian hari kian miskin. Apalagi, sebagian besar penulis, rata-rata kesulitan menjadikan dirinya saat ini, sebagai penulis yang benar-benar nyastra via keterbatasan kemampuan. Misalnya kemampuan finansial.

Lah, kenapa tidak dipikirkan soal yang sederhana seperti ini dulu, baru mau bicara ini itu, nyeleneh ini itu, atau mau dialog gono gini.

Tapi yang jelas, TSI 2008 di Jambi Juli 2008 nanti, mungkin bisa melahirkan solusi bagus buat kemajuan sastra di Indonesia. Semoga.