Surat2

Januari 11, 2009

Buat Istriku yang dulu kucinta, kini amat kucinta…

Ya… Begitulah
: Monas Junior

Pagi Dinda…
Aku tahu senyummu masih seperti pertama kita sua. Selalu saja kau kulum. Selalu saja kau mampu membuatnya demikian indah, dan penuh misteri. Selamat pagi, Cinta. Kau kelihatan tidur pulas semalam. Aku senang.

Bicara apa kita hari ini? Kau mau apa? Baiklah, kita bicara tentang rengekan yang keluar dalam celoteh tolak-harapmu. Ya, penolakan, tetapi kau juga berharap. Benar begitu, kan? Sayang…
Baca entri selengkapnya »


Surat1

Januari 11, 2009

Buat Istriku yang dulu kucinta, kini amat kucinta…

Perekat
:Monas Junior

Jika bertanya awan ke mana beranjak setelah di atas kepala, kau tanya saja angin. Jika bertanya burung ke mana terbang setelah di atas dahan kamboja, kau tanya saja kepaknya. Jika bertanya air kemana mengalir setelah di muara, kau tanya saja dasarnya. Jika bertanya hati ke mana berujung setelah lelah menghampiri, kau tanya saja jiwamu.

Sederhana kan? Sangat sederhana. Ketika kau tahu, kau satu-satunya orang tersendiri di antara ribuan orang-orang sibuk, kau akan termenung seperti lesatan peluru menghantam gunung. Benar-benar terhenti sendiri.
Baca entri selengkapnya »