Sejarah Baru Pers Jambi

Juli 8, 2009

(Mencatat sejarah supaya tak terlupakan)

Dua minggu lalu, pers lokal di Provinsi Jambi mendapat pengalaman baru. Yakni, pemblokiran harian pagi Jambi Independent secara kompak oleh pemerintah provinsi dan beberapa pemerintah kabupaten dalam Provinsi Jambi. Seluruh langganan koran ini distop oleh Pemprov sejak 2 minggu lalu. Menyusul, pencekalan oleh beberapa kabupaten per 1 Juli 2009.
Baca entri selengkapnya »


Pengalaman Abdi dan Marta, Pendamping Suku Anak Dalam

Maret 23, 2009

Awalnya Sulit Berkomunikasi, Lama-lama Cinta Rimba

Hidup di tengah rimba belantara bersama Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba, mungkin bukan pilihan hidup Abdi dan Marta. Banyak pengalaman yang diraih, banyak pula suka-duka yang dirasakan. Seperti apa kehidupan keduanya bersama SAD? Berikut penuturan anggota KKI Warsi Jambi itu kepada Jambi Independent.

Alpadli Monas, Kota Jambi
Baca entri selengkapnya »


Maaf lahir batin…

Oktober 11, 2008

Sobat sedunia, jika ada salah sengaja ataupun tidak. Mohon saya dimaafkan lahir dan batin. Dan…

Selamat Idul Fitri 1429 H.

(maaf sekarang saya jarang OL, masa adaptasi sejak tugas di Kota Jambi. Di sini mobilitas tinggi, ekstra tenaga, ekstra pikiran dan ekstra waktu, pokoknya fiuuuuhhhhhh!!!!!)


Balada Keluarga Pengunjung Napi

Juli 21, 2008

Sudah jatuh dihimpit tangga. Rasanya pribahasa ini sangat pas menggambarkan nasib yang dialami pengunjung narapidana (napi) di lembaga pemasyarakatan, khususnya di kota kecil Kualatungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat). Mungkin juga di seluruh wilayah RI.

Baca entri selengkapnya »


Yang tercecer…

Juni 20, 2008

Pas lagi ngecek email ku, eh tahu-tahu dapat puisi yang dah lama aku tulis. Tapi lupa mengarsipkannya.

—————

Sintesis
:Wulan

Aku ingin teriak keras-keras, tetapi tak ada gunung
yang sanggup mendengar suaraku. Aku ingin memanjat
gelisah kesendirian ini menuju bianglala yang
terpeleset di tabir senja, lagi-lagi ketinggian
membuat aku gamang lalu memaksaku turun ke lembah
terendah kesunyian.

Pernah juga kucari selendang awan di balik wajah
Wohler, ataupun Urea hasil pemanasan amonium sianat di
tujuh lubang tanah merah ini. Tak ada yang berlebih
jika tumbuh-tumbuhan itu ceria dan mengangguk-angguk
senang atas keberhasilan kimia sintesis menghidupkan
mereka. Tapi hujan asam membuat kulitku mengkerut,
pucat dan dingin sangat.

Zat-zat organik itu, sangat busuk sayang. Sebusuk
hatiku yang kelu dingin dan butuh transplantasi rindu.
Tapi hati ini bukan senyawa yang bisa dibuat
dilaboratorium, ataupun atom-atom terstruktur itu!

Aku butuh kau, tolong aduk aku ke dalam bejana
hidupmu. Jadikan aku urea yang terbaik bagi hatimu.

Jambi, Agustus 2004


Stop Pencekalan Seni

Mei 17, 2008

Waduh, jaman sekarang kayaknya lagi ngetrend cekal mencekal di bidang seni. Mulai dari seni pertunjukkan, sampai seni peran. Kok bisa ya? Padahal seni kan tetap seni, bukan sesuatu yang bisa dianggap bersalah atas rusaknya moral para penikmatnya. Apalagi, seni itu kebetulan memiliki nilai-nilai sensualitas–yang sebatas kewajaran– saja. Misalnya, film Mau Lagi (ML) ataupun aksi panggung beberapa aktris Indonesia.

Baca entri selengkapnya »


Infus

Mei 2, 2008

Kalo diinfus, ssst… mestinya harus diam-diam, berbisik-bisik, ndak usah ribut-ribut atau nyeleneh ke sana ke mari. Kalau tidak mau cairan penyehat itu malah berantakan di dalam tubuh.

Nah, kalau bicara Temu Sastrawan se-Indonesia (TSI) yang bakal digelar di Grand Hotel Jambi dan di Taman Budaya Jambi, ssst… mestinya juga harus diam-diam, berbisik-bisik, ndak usah ribut-ribut atau nyeleneh lah ke sana- ke mari, yang penting sastra dan sastrawan harus jalan terus. Supaya Indonesia bisa diobati lewat cairan-cairan jiwa yang lebih tulus, jujur dan berkelanjutan.

Lah???

Lah iya, kenapa harus ribut temu ini temu itu, kalau karya-karya sastra masih berkutat pada kesulitan yang itu-itu juga. Pencapaian yang stagnan, melulu pada minimnya wadah-wadah publikasi karya yang kian hari kian miskin. Apalagi, sebagian besar penulis, rata-rata kesulitan menjadikan dirinya saat ini, sebagai penulis yang benar-benar nyastra via keterbatasan kemampuan. Misalnya kemampuan finansial.

Lah, kenapa tidak dipikirkan soal yang sederhana seperti ini dulu, baru mau bicara ini itu, nyeleneh ini itu, atau mau dialog gono gini.

Tapi yang jelas, TSI 2008 di Jambi Juli 2008 nanti, mungkin bisa melahirkan solusi bagus buat kemajuan sastra di Indonesia. Semoga.


Antara Wartawan dan Penulis

Maret 16, 2008

Topik ‘antara wartawan dan penulis’ ini, sebenarnya sudah seringkali disinggung oleh beberapa rekan saya. Seperti Joni Rizal (Laety) dan Deddy Rachmawan. Maka saya pun tertarik mengangkat hal serupa dalam kerangka yang berbeda. Baca entri selengkapnya »


Mungkin Telah Kusakiti Cinta?

Februari 21, 2008

Fren,
Semalam tanpa sengaja, aku bertemu dengan eks gadis yang ‘mungkin’ kucintai, ‘mungkin’ kurindui, ‘mungkin’ sempat menyita hari-hari sibukku di kota ini–Kualatungkal, Jambi–.
Baca entri selengkapnya »


Salah Siapa Hutan Gundul?

Februari 18, 2008

Sebenarnya beberapa hari lalu saya baru sadar, ternyata 90 persen hutan di kabupaten Tanjung Jabung Barat (Provinsi Jambi), sudah gundul segundul-gundu paculnya.
Fakta itu saya temui ketika berkunjung ke salah satu perusahaan raksasa produsen bubuk kertas di Dusun Sungai Tapah, Desa Tebing Tinggi, kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjab Barat. Sebut saja perusahaan itu, PT WEKAES. Baca entri selengkapnya »