RSS

Di Kualatungkal, RUU APP Sulit Direalisasi

04 Apr

Firdaus: “Pornografi
Via Email Sukar Dibatasi” 

KUALATUNGKAL – Rancangan undang-undang (RUU) Anti pornografi dan pornoaksi (APP) yang sedang dibahas di DPR RI, ternyata mendapat reaksi beragam di kalangan penyelia warung internet (Warnet). Termasuk, di Kualatungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat).
          Seperti diungkap Firdaus, seorang penyelia warnet di Kualatungkal, RUU APP khususnya anti pornografi di internet, bakalan sulit direalisasikan. Pasalnya, selain teknisnya sulit, akses pornografi di internet sangat beragam.
          Katanya, penyebaran materi-materi berbau pornografi di internet, bukan hanya lewat situs (website) saja, melainkan ada juga lewat grup email (mailling list). “Oke lah pornografi di situs bisa kita blok (batasi, red), tapi apa pornografi lewat mailling list bisa diblok?,” ungkap Firdaus, ditemui di warnet kelolaannya, kemarin (4/4).
          Dibeberkannya, sejak RUU APP mencuat ke permukaan, pihaknya telah melakukan upaya-upaya pencegahan akses pornografi di internet. Misalnya dengan menggunakan software khusus anti pornografi, dan menutup akses ke situs-situs yang biasa menyediakan materi-materi berbau porno.
          Hasilnya, sejak upaya itu dilakukan, pengunjung warnet yang dikelolanya semakin hari semakin turun mengakses situs berbau pornografi. Cuma, ada juga beberapa pengunjung warnet yang masih nekat mengakses pornografi lewat email.          Dijelaskan Firdaus, di beberapa situs penyedia layanan email, ternyata juga menyediakan layanan membentuk grup email.
         Seperti www.yahoo.com, situs ini menyediakan grup email dengan penamaan ***.yahoogroups.com. Celakanya, pihaknya menemukan bahwa masih banyak grup email di yahoo yang menyebarkan materi-materi berbau pornografi.
          “Untungnya, di sini anak-anak kurang mengerti mengakses mailling list,,” tandasnya.
         
Dikonfirmasi, Yadi, siswa SMAN 1 Kualatungkal, yang kebetulan sedang berada di warnet kelolaan Firdaus siang kemarin, mengaku bahwa dia memang tidak tahu soal pornografi di mailling list yahoo.
       
Cuma, kalau soal buka situs porno, Yadi dengan polos mengaku pernah mencoba. “Pernah, tapi dak sengajo. Yang sering buka google (www.google.com, red),” tandas Yadi.(nas)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2008 in News Terkini

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: