RSS

Lagi, Polres Amankan 3 Ton Gula Ilegal

01 Jun

Di Sebuah
Gudang Milik
PT RGSR

KUALATUNGKAL – Untuk ke-6 kalinya, jajaran Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) berhasil mengamankan 3 ton gula ilegal di sebuah gudang milik PT RGSR, di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tungkal Ulu, Tanjab Barat, kemarin (1/6) sekitar pukul 08.30 WIB.
 Saat penangkapan, petugas dari Polres berhasil juga mengamankan 2 saksi yang tengah berada di lokasi gudang milik PT RGSR, sub kontraktor PT WKS tersebut. Keduanya, Johan (kepala gudang) dan Fauzi (penjaga gudang) langsung digelandang ke Mapolres Tanjab Barat, Kualatungkal, untuk dimintai keterangan.

 “Kita sudah amanka gula dan saksi yang berada di lokasi penangkapan. Keduanya akan kita mintai keterangan, mudah-mudahan ini titik terang dari kasus gula ilegal yang kita ungkap selama ini,” tegas AKBP Dul Alim, Kapolres Tanjab Barat, kepada koran ini, kemarin (2/6).

 Dijelaskannya, pemeriksaan terhadap kedua saksi tersebut, sudah cukup bagi pihaknya untuk meneruskan penyelidikan terkait penyelundupan gula illegal itu. Makanya, pimpinan PT RGSR, tidak lagi perlu dipanggil oleh pihak Polres Tanjab Barat.

 Selain itu, gula temuan di Desa Tebing Tinggi kemarin, ditenggarai merupakan gula yang sama dengan ratusan gula illegal yang diamankan Polres Tanjab Barat. Asal gula pun diduga juga dari Dumai-Riau, asal negara Thailand dan India.

 Indikasi kuat gula tersebut ada kaitannya dengan gula pasir temuan Polres terdahulu. “Indikasinya semakin kuat, kalau gula temuan kita yang kemarin masih ada kaitannya dengan gula lain yang sudah kita amankan,” beber Dul Alim, lagi.

 Untuk sementara, barang bukti berupa 3 ton atau sekitar 60 karung gula tersebut, disegel pihak Polres di gudang PT RGSR di Desa Tebing Tinggi. Untuk kemudian bakal dipindahkan ke gudang Penghai, Kualatungkal, demi keamanan barang bukti.

Penghai Akan Dipanggil Paksa

 Sementara, perkembangan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus gula ilegal ratusan ton yang ditemukan jajaran Polres Tanjab Barat, terus digiatkan. Terakhir, Polres kembali melayangkan panggilan ke-2 bagi Penghai, pemilik gudang di Parit Gompong, Jalan Sri Sudewi, Kecamatan Tungkal Ilir, Tanjab Barat pada Senin (2/6) ini.

 Jika saksi tak juga menghadiri panggilan, Polres akan bersikap tegas. Yakni, dengan melakukan panggilan paksa (menjemput ke kediaman saksi) atau memasukkan saksi ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

 “Panggilan kedua sudah dilayangkan, kita lihat saja apa dia hadir. Kalau tidak, akan kita jemput atau kita jadikan DPO,” tegas AKBP Dul Alim, Kapolres Tanjab Barat.

 Sikap tegas itu sengaja dikeluarkan Polres mengingat, hanya Penghai saja yang tak memenuhi panggilan pihaknya. Sementara saksi lain, Yanti (bagian pembukuan tersangka Ajing) dan H Hamid (pemilik truk pengangkut gula), sudah memenuhi panggilan Polres.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 1, 2008 in News Terkini

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: