RSS

Petrochina, Kapedalda, Dewan Bungkam

11 Jul

Terkait Temuan
Tempat Pembuangan
Limbah Illegal

KUALATUNGKAL – Persoalan temuan tempat pembuangan limbah illegal milik PT Petrochina di Dusun Terjun Jaya, Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) beberapa waktu lalu, mulai mendingin.


    Pasalnya, baik Kantor Pengelola Dampak Lingkungan Daerah (Kapedalda) Tanjab Barat maupun Komisi II DPRD Tanjab Barat (selaku pihak yang menemukan tempat pembuangan limbah illegal itu), hingga berita ini diturunkan masih bungkam. Begitu juga dengan pihak PT Petrochina.
    Mardi Barrus, Kepala Kapedalda Tanjab Barat, dihubungi via ponselnya, kemarin (10/7), terkait perkembangan kasus tempat pembuangan illegal PT Petrocina itu, tak menyahut telepon koran ini. Bahkan, dikonfirmasi via short mesage service (SMS), hingga sore tak juga ada jawaban dari Barrus.
    Begitupun anggota dewan Tanjab Barat dari Komisi II, tak satupun yang bersedia menanggapi persoalan yang mengkhawatirkan masyarakat sekitar tempat pembuangan limbah illegal tersebut.
    Edi Geding, seorang anggota Komisi II, dikonfirmasi mengaku tak tahu menahu soal temuan yang katanya juga diikuti oleh anggota Komisi II DPRD Tanjab Barat itu. “Saya tidak tahu, coba tanya ketua saja (Ketua Komisi II, red),” ungkap Edi, singkat.
    Dikonfirmasi, Syafrudin, Ketua Komisi II DPRD Tanjab Barat juga terkesan bungkam. Bahkan, lagi-lagi koran ini ‘dipimpong’ ke salah seorang anggotanya yang lain.
    “Wah waktu tim kita turun saya lagi di Jakarta, ini baru pulang. Jadi saya tidak tahu, coba tanya anggota saya saja,” beber Syafrudin, menyebut nama anggotanya.
    Yani Permani, anggota Komisi II DPRD Tanjab Barat, yang disebut-sebut menguasai persoalan itu, mengakui bahwa pihaknya memang menemukan limbah yang membahayakan di Dusun Terjun Jaya, Desa Pematang Lumut, Betara, beberapa waktu lalu. Namun, Yani menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil analisis limbah yang dilakukan pihak Kapedalda Tanjab Barat.
    “Dilihat dari fisik, memang itu limbah yang membahayakan. Tapi perlu dianalisa sejauh mana pencemarannya, makanya kita tunggu hasil analisis dari Kapedalda,” ungkap Yani.
    Dalam waktu dekat, sambungnya, DPRD Tanjab Barat berencana akan memanggil pihak PT Petrocina terkait temuan tempat pembuangan limbah illegal tersebut. Walaupun waktunya belum dipastikan. “Belum tahu, saya belum ketemu ketua komisi,” tandasnya.
    Sementara, humas PT Petrocina, Zainul dan Julian, dihubungi via ponselnya, juga tak menanggapi dengan serius. Zainul mengaku sedang cuti, sedangkan Julian mengaku belum dapat laporan dari petugas di lapangan.
    Petugas lapangan PT Petrocina, Iswandi Eka, yang diakui Julian mengurusi masalah lingkungan, juga mengelak ketika dihubungi. “Saya sedang off, jadi tidak bisa (dikonfirmasi, red). Sebaiknya hubungi yang dilapangan untuk lebih jelas,” elak Iswandi, via SMS.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 11, 2008 in News Terkini

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: