RSS

Anggota Dewan Mulai Angkat Bicara

28 Jul

Terkait Kasus
Pengadaan Alat
Berat PU

KUALATUNGKAL – Satu per satu anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), mulai angkat bicara terkait kasus pengadaan alat-alat berat untuk Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tanjab Barat tahun 2007.

    Setelah sebelumnya Sukisman, Ketua Fraksi PAN DPRD Tanjab Barat, yang membuka ‘rahasia’ adanya indikasi penyimpangan arus dana pembelian alat berat oleh pihak kantor pengelola kekayaan daerah (PKD), kini Indramawan, Ketua Komisi I DPRD juga membeberkan rahasia yang lain.

    Yakni, adanya penggunaan rekening khusus untuk menyimpan uang yang sudah dianggarkan sebesar Rp 10 miliar tersebut. Malah, Indramawan mempertanyakan kemana saja uang sebesar itu mengalir tanpa sepengetahuan pihak mereka.

    “Kita memang ada dikasih tahu PKD bahwa anggaran itu sudah cair, trus dititipkan ke sebuah rekening yang entah rekening siapa. Katanya sampai alat-alat berat yang dipesan rekanan bisa terpenuhi,” beber Indramawan, kepada koran ini, kemarin.

    Tetapi setelah ditunggu-tunggu, sejak rapat kerja antara dewan dengan PKD beberapa waktu lalu, hingga kini janji pengadaan alat-alat berat untuk dinas PU itu belum juga terealisasi. Makanya, pihaknya kini mempertanyakan ke mana uang sebesar Rp 10 miliar itu beredar. Apakah masih di rekening seseorang, atau di rekening kas daerah.

    “Sampai sekarang alatnya belum juga ada, kan aneh, trus uang sebesar itu di mana beredarnya?” ungkap Indramawan, blak-blakan.

    Selain mekanisme pencairan anggaran yang diindikasikan salah, cair seratus persen sebelum alat-alat berat diadakan, ternyata masih ada masalah lain dari proses tender alat-alat berat tersebut. Ini kembali diungkap oleh Sukisman, anggota DPRD dari Fraksi PAN.

    Menurut Alam—sapaan Sukisman–, pada proses tender di PKD atas alat-alat berat itu sebenarnya juga sudah banyak yang salah. Misalnya, pemenang tender terkesan dipaksakan, padahal ada pihak lain yang menawarkan lebih kecil dari perusahaan yang menang tender tersebut.

    “Sebenarnya siapa yang ada di balik perusahaan yang menang tender itu? Kok bisa menang padahal perusahaan dari Batam memberi penawaran yang lebih kecil,” ujar Alam, kemarin.

    H Evi, Direktur LSM Toppan Tanjab Barat, menegaskan agar aparat hukum bisa menyelidiki kasus ini. Tujuannya supaya semua bisa lebih jelas, tidak ada pihak yang dirugikan. “Perlu ketegasan aparat hukum terkait masalah ini. Selidiki lah, supaya semuanya jelas, jangan simpang siur,” tandasnya.(*)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 28, 2008 in News Terkini

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: