RSS

Pegawai RSRM Tuntut Insentif

11 Okt

Sudah 8 Bulan
Tak Dibayarkan

JAMBI – Lagi-lagi pegawai di Rumah Sakti Umum Raden Mattaher (RSRM) resah. Meski tak menggelar aksi demonstrasi seperti beberapa waktu lalu, pegawai mengaku resah karena insentif Askeskin tahun 2007 hingga kini belum juga diterima.

 Padahal, seperti diungkap sumber koran ini yang tak mau disebut namanya, pada tahun 2007 lalu, insentif Askeskin tahun 2006 untuk pegawai RSRM sudah dibayarkan pada bulan Maret. Anehnya, hingga saat ini (Oktober 2008) insentif Askeskin tahun 2007 belum juga dibayarkan.

 “Biasanya tiap bulan Maret sudah dibayar, tapi sekarang sudah Oktober belum juga dibayar oleh Direktur,” ungkap sumber koran ini, yang mewanti-wanti agar namanya tak diekspose di media, Sabtu (11/10).

 Ditambahkannya, nilai Askeskin tahun 2007 sebesar Rp 3,1 miliar.  43 persen dari nilai itu diberikan ke RSRM untuk berbagai keperluan. Seperti, peningkatan pelayanan hingga insentif bagi pegawai RSRM.

 Sebagai gambaran, katanya, dia menerima Rp 1 juta di tahun 2007 lalu. Diperkirakan tahun ini akan jauh lebih besar dari nilai itu. “Tapi sampai sekarang belum jelas,” bebernya, lagi.

 Untuk memuaskan keingintahuan, pegawai sempat menanyakan masalah ini ke Direktur RSRM Andi Pada, tetapi tidak ada jawaban yang memuaskan. Kata Andi Pada, ungkap sumber itu menirukannya, insentif Askeskin baru dibayarkan lewat persetujuan DPRD Provinsi Jambi.

 Mendengar jawaban itu, pegawai sempat tenang. Lalu berharap pasca Idul Fitri 1429 H insentif dimaksud akan diterima. Tetapi lagi-lagi pegawai kecewa, insentif tak kunjung diberikan.

 Andi Pada, Direktur RSRM Jambi, dikonfirmasi koran ini kemarin sore, membenarkan soal adanya insentif Askeskin yang belum dibayarkan tersebut. Katanya, untuk pencairan harus melalui mekanisme ketat. Termasuk, harus ada persetujuan dari dewan.

 Makanya, pada APBD Perubahan Provinsi Jambi tahun 2008, anggaran insentif itu dimasukkan pihak RSRM. Dan untunglah disetujui oleh DPRD Provinsi. Tetapi, katanya, untuk pencairan masih harus lewat mekanisme. 

 “Memang sudah disetujui, tapi teknis pencairannya kan lewat keuangan. Sekarang sedang tahap penyelesaian administrasi,” beber Andi, dihubungi via ponselnya.

 Sementara, soal tudingan pegawai insentif sudah terlambat sekitar 5 bulan sejak Maret lalu, langsung dibantah Andi. Alasannya, dana Askeskin itu dikucurkan dari APBN pada bulan September 2008. Tetapi untuk penyalurannya harus lewat APBD Provinsi, yakni APBD Perubahan.

 Makanya Dirut RSRM mengaku sebenarnya insentif tersebut tidak mengandung masalah. Bahkan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Soewarno Soerinta mengaku tidak ada masalah terkait insentif Askeskin tersebut.

 “Saya yang pimpin rapat, jadi tahu. Tidak ada masalah, itu ada pegawai saja yang mau bikin masalah,” tegas Soewarno.(nas)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2008 in News Terkini

 

Tag: , , , , , ,

One response to “Pegawai RSRM Tuntut Insentif

  1. fikri

    Desember 27, 2008 at 6:48 pm

    di RSUD Manna semua insentif baik dari pasien umum, askes dan askeskin sejak februari sampai desember 2008 belum dibayarkan, padahal setoran pendapatan sudah mencapai Miliaran dari beberapa unit pelayanan

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: