RSS

Pangeran Charles Kunjungi Jambi

03 Nov

JAMBI – Hujan tidak membuat Putra Mahkota Inggris Pangeran Charles menunda perjalanan ke pedalaman hutan Jambi. Didampingi Menteri Kehutanan RI MS Kaban dan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, kemarin sore (2/11), Charles mengunjungi Hutan Harapan (Harapan Rainforest) di Desa Bungku, Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Di tempat itu, Putra Ratu Elizabeth II itu mengaku kagum dengan kawasan restorasi hutan oleh PT Reiki tersebut. Bahkan, sebelum seremoni menanam pohon, ahli waris tahta raja Inggris itu sempat mengambil segenggam tanah dan menciumnya. ”Tanah Indonesia memang bagus,” ujarnya yang disambut tepuk tangan seluruh rombongan.

Dalam kunjungan Charles kemarin terungkap pula bahwa sekitar 7.000 hektar dari 49 ribu hektar Hutan Harapan ternyata digarap secara ilegal oleh warga. Saat itu rombongan Pangeran Charles yang menggunakan jalur darat tiba di lokasi base camp Hutan Harapan sekitar pukul 14.00 WIB –perjalanan darat sekitar tiga jam dari Kota Jambi.

Di sana, Pangeran Charles disambut Menteri Kehutanan RI MS Kaban, Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, Bupati Batanghari Syahirsah, Wakil Bupati Sarolangun Cek Endra, dan pengurus Hutan Harapan.
Begitu sampai, pangeran kerajaan Inggris itu langsung menuju tempat restorasi tanaman, tak jauh dari mobil Lexus berpelat “Tamu Negara” diparkir. Pangeran Charles lalu mengitari areal base camp Hutan Harapan tersebut.

Di lokasi, pengamanan terlihat ekstra ketat. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), personel TNI-Polri, bahu-membahu membentuk pagar betis yang statis. Hampir tak ada ruang gerak bagi wartawan sejak pertama Pangeran Charles menginjakkan kaki di lokasi.

Sekitar satu jam kemudian, Pangeran Charles memasuki kantor base camp Hutan Harapan didampingi pengurus Hutan Harapan. Menhut, Gubernur, Bupati Batanghari, dan pengunjung lain terpaksa menunggu di luar bangunan papan ukuran sekitar 5×10 meter yang pintunya tertutup itu.

“Rencananya ada sepuluh kawasan hutan di Indonesia yang akan direstorasi. Jambi salah satunya,” ungkap MS Kaban di sela-sela acara.

Dari sepuluh kawasan itu, Jambi merupakan daerah pertama pelaksanaan restorasi. Momen ini diharapkan bisa mengangkat nama Jambi di mata internasional. “Restorasi oleh PT Reiki ini baru pertama kalinya di Indonesia,” tegasnya semangat.

PT Reiki merupakan pelaksana restorasi Hutan Harapan. Untuk pengelolaan rain forest di Jambi, Menhut telah memberi izin konsesi selama 90 tahun.

Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin senang atas kedatangan Pangeran Charles di Jambi. Menurutnya, kedatangan pangeran itu sangat mendukung upaya pembentukan kawasan hutan lindung.

Sementara Bupati Batanghari Syahirsah saat dikonfirmasi, membenarkan adanya okupasi oleh warga terhadap lahan Hutan Harapan. Katanya, dari 58 hektar lahan eks PT Asialog, 49 ribu hektar berada di Batanghari, selebihnya di Sarolangun. Nah, 7.000 hektar ternyata sudah diduduki warga secara ilegal.

“Itu memang benar. 7.000 hektar sudah diokupasi warga. Yang jelas bukan warga dari Batanghari,” ungkap Sahirsyah.

Ditambahkan, begitu mengetahui adanya pembalakan liar dan jual-beli lahan hutan tersebut, dia langsung memerintahkan Camat Bajubang untuk membentuk tim pencari fakta.

Menurutnya, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti soal jual-beli lahan di hutan tersebut. “Nanti kalau sudah ada kita akan segera laporkan ke Gubernur,” tandasnya.

Dari base camp, kunjungan kemarin dilanjutkan dengan penanaman pohon jenis eusideroxylopn zwagerii secara simbolis oleh Pangeran Charles, Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, Pangdam III Sriwijaya M Sochib, Danrem Garuda Putih 042 Jambi Syahril Arsyad, Kapolda Jambi Budi Gunawan, dan Dubes Inggris Martin Hatfull.

Sekitar pukul 16.00 WIB, kunjungan berakhir. Pangeran Charles menaiki kendaraan Lexus meninggalkan lokasi menuju Bandara Sultan Thaha. Sementara Gubernur Jambi dan Menhut RI menyusul menggunakan helikopter.

Untuk diketahui, perjalanan darat dari Jambi ke Desa Bungku dengan jarak sekitar 120 kilometer memakan waktu tempuh sekitar tiga jam. Selain kondisi jalan belum diaspal, hujan malam sebelumnya membuat jalan menjadi licin.

Menariknya, dari pengakuan rombongan Pangeran Charles, mobil yang dikendarai orang penting Inggris itu sempat menyangkut di salah satu sudut ruas jalan dekat lokasi acara. Untungnya, personil keamanan cepat mendorong mobil tersebut sehingga terbebas dari hambatan.

Usai acara, Pangeran Charles ternyata masih bersikeras naik kendaraannya semula. Padahal seorang Paspampres yang mengenakan seragam safari hitam-hitam, saat berbicara via handy talky (HT) dengan seseorang, sempat menyarankan agar sang pangeran naik helikopter menuju Jambi.(*)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 3, 2008 in News Terkini

 

Tag: , , , , , , ,

One response to “Pangeran Charles Kunjungi Jambi

  1. Purwani Puji Lestari, SE

    Desember 6, 2008 at 11:31 am

    Assalaamu’alaikum wr, wb…
    Saya cuma mau ngingetin bahwa sekarang ini Negara Asing dan dunia internasional sedang mencoba menginvasi negeri kita dengan mengeksplorasi berbagai kekayaan hayati yang dimiliki sumber daya alam Indonesia di Propinsi manapun.

    So, ada apa Pangeran Charles sampe repot-repot masuk hutan Jambi?
    10 tahun lagi kita belum tentu menemukan jawabannya, karena misi begini jangka panjang banget baru ketauan.

    Contoh kasus, ada salah satu Pemda di Sumbar yang sudah teken kontrak sama pihak Asing soal pemanfaatan oksigen daerah mereka selama 20 tahunan ke depan. Hati-hati dengan dampak trans-genetik yang mereka peroleh dari hutan-hutan kita.

    Mereka datang hanya dalam sosok seorang Peneliti Asing yang cuma bawa ransel berisi makanan masuk ke hutan-hutan Indonesia. Seminggu kemudian dia keluar hutan tetap dengan ranselnya itu, tidak menggenggam apapun di tangannya. Tapi di tasnya itu dia menyimpan seluruh biji pepohonan yang ratusan jenis, lalu dibawanya keluar Indonesia. Dia pulang ke negerinya, meneliti biji-bijian itu di Laboratorium yang super canggih. Dengan penemuannya itu negara-negara Donor bisa menyemai berbagai jenis buah-buahan dan sayuran berkualitas, sementara tanaman di hutan-hutan Indonesia sudah terlanjur “dibunuh” varietasnya oleh si Peneliti Asing tadi.

    Suatu hari negeri kita yang gemah ripah loh jinawi ini terpaksa selalu mengimpor buah dan sayuran dari luar negeri (jambu bangkok, apel cina, pir australi, anggur amrik, dll) karena buah dan sayuran kita di sini varietasnya sudah terlanjur mandul.

    Mau?

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: