RSS

Dishut Gerah, 3 Kali Kirim Surat Tak Ditanggapi

04 Feb

Terkait Izin
Pinjam Pakai
PT TGI

JAMBI – Dinas Kehutanan Provinsi Jambi kini gerah. Pasalnya, setelah 3 kali mengirim surat peringatan kepada PT Transportasi Gas Indonesia (PT TGI), hingga kini belum ada tanggapan dari perusahaan yang bergerak di bidang migas tersebut.

Seperti diungkap Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Budidaya, pihaknya menyurati PT TGI terkait tidak adanya izin pinjam pakai kawasan hutan, yang dilalui pipa gas perusahaan itu.
“Kami sudah surat beberapa kali, tapi dia (pihak perusahaan) tidak menanggapi. Padahal izin pinjam pakai kan gampang mengurusnya,” beber Budidaya, kepada koran ini, kemarin (4/2).
Dijelaskannya, proses pengurusan surat izin pinjam pakai kawasan hutan, memang langsung ke Menteri Kehutanan RI. Namun, tetap lewat rekomendasi gubernur Jambi yang tentunya berdasar evaluasi Dinas Kehutanan Provinsi.
Dan selama ini, sambungnya, pipa gas PT TGI menggunakan kawasan hutan. Dengan begitu, tarifnya berdasar luas hektar yang terpakai pipanigasi gas tersebut.
Terpisah, Donny Pasaribu, koordinator Forum Penyelamat Hutan Jambi (FPHJ) mengatakan, selama ini pipa gas PT TGI melalui beberapa kawasan hutan di beberapa kabupaten. Di antaranya, Muara Jambi, Tanjung Jabung Barat, sampai ke perbatasan Riau yang hanya berpedoman kepada Ijin Prinsip Menhut nomor 1444/Menhut-VII/1995 tertanggal 5 Oktober 1995.
Dua lokasi 1 ijin prinsip itu, untuk wilayah seluas 55,50 hektar memang sudah memiliki Ijin Pinjam Pakai yang terbit pada 28 Januari 2003. Sedangkan, untuk lokasi seluas 33 hektar ternyata belum memiliki ijin pinjam pakai.
Untuk diketahui, konsekuensi dari adanya Ijin Pinjam pakai adalah perusahaan yang bersangkutan akan menanggung biaya reboisasi dan reklamasi atas kawasan hutan yang dipinjam, harus ada penataan batas, proses inventarisasi dan kewajiban pembayaran PSD (Provisi Sumber Daya Hutan) dan DR (Dana Reboisasi).
“Ternyata per Januari 2008, ijin pinjam pakai itu telah berakhir dan sampai saat ini, ijin perpanjangan belum dimiliki oleh PT TGI. Ngakunya sedang dalam pengurusan,” beber Donny, kepada koran ini, kemarin (4/2).
Sementara, sambungnya, untuk kawasan seluas 33 hektar, sama sekali tidak memiliki Ijin Pinjam pakai sehingga bisa dibayangkan kerugian yang dialami negara akibat tidak adanya kewajiban perusahaan tersebut untuk membayar PSDH dan DR. Dengan tidak adanya Ijin Pinjam Pakai, anehnya PT TGI masih terus melakukan aktifitas meski bertentangan dengan aturan yang berlaku.
“Ini melanggar Peraturan Menteri Kehutanan nomor P.14/Menhut-II/2006 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan, dan undang-undang nomor 41 tahun 1999 Tentang Kehutanan pasal 50,” bebernya, lagi.
Berdasarkan Undang-Undang Kehutanan dan UU Pertambangan Umum, kata Donny, hutan produksi adalah salah satu kawasan yang tidak boleh ditambang begitu saja.
Kawasan lain yang tidak boleh ditambang antara lain, daerah aliran sungai, sempadan pantai, daerah milik orang lain, hutan lindung, daerah yang berada dekat dengan fasilitas publik dan kawasan strategis. Pelanggaran akan dikenai Pasal 50 huruf g UU Kehutanan mengenai pertambangan di hutan produksi dan dikenai ancaman hukuman 10 tahun penjara serta denda Rp 5 miliar.
“Saya sudah mempertanyakan kepada pihak TGI, kata mereka baru mau diurus. Kalau memang belum ada ijin, kenapa tidak dihentikan saja aktivitasnya,” tandasnya.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pihak PT TGI belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi seorang karyawannya, diketahui bahwa PT TGI di Jambi tidak memiliki orang legal yang membidangi masalah ini. Makanya, ketika diberi nomor kontak kantor TGI di Jakarta, koran ini berusaha menghubungi.
Sayangnya, ketika kontak telepon koran ini disambut seorang operator yang membenarkan itu adalah kantor PT TGI di Jakarta, menyebut bahwa Emil, staf Legal PT TGI sedang tidak berada ditempat. Diminta nomor ponselnya, operator menolak memberikannya.(nas)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 4, 2009 in News Terkini

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: