RSS

Gara-gara Buaya, Warga Kesurupan

11 Feb
Tak Sengaja Saat Mengangkat Tangkul

Tak Sengaja Saat Mengangkat Tangkul

JAMBI – Rabu (11/2) sekitar pukul 11.00 WIB, Cik Mah (45) tiba-tiba terjerembab di lantai rumah panggungnya. Ibu rumah tangga warga RT 24, Danau Sipin, Kelurahan Legok, Telanaipura, itu divonis sedang kesurupan arwah induk seekor buaya.

“Kembalikan ke tempat semula. Dia (buaya, red) anak bujang saya,” oceh Cik Mah. Seketika dia jadi tontonan warga setempat.

Tak berapa lama, Cik Mah meminta seekor ayam hitam. Setelah dapat, ayam itu langsung dipeluk. Warga berduyun-duyun datang. Rumah panggung itu langsung sesak. Termasuk sejumlah wartawan yang berniat meliput kejadian janggal tersebut.

Di sisi kiri Cik Mah, tampak sebuah panci diisi kemenyan dibakar. Asap mengepul. Beberapa warga menyingkir mencium bau asap itu. Suasana mulai tenang ketika seorang lelaki berkumis berseragam polisi mendatangi Cik Mah. Dengan bijak, petugas bernegosiasi dengan Cik Mah yang sedang dirasuki roh hasul induk buaya.

“Jadi mau dilepaskan di mana? Kita akan lepaskan. Tapi keluar dulu dari tubuh ibu ini,” ungkap petugas itu, tenang, setenang tubuh Cik Mah yang mulai terkulai.

Dua jam sebelumnya, Amrun (57), nelayan warga RT 24, Danau Sipin, kaget begitu melihat seekor buaya terperangkap di dalam tangkul (jaring angkat) miliknya. Buaya sepanjang 2 meter itu tampak tenang. Karena tak berontak, Amrun dibantu dua nelayan lain, membawa buaya itu ke tepi.

Dimasukkan ke dalam perahu, buaya malang itu seketika memancing keingintahuan warga. Tak berapa lama, RT 24 dipenuhi orang-orang, mulai dari polisi sampai petugas Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA).

Teguh, petugas KSDA, menyarankan agar buaya itu dibawa pihaknya untuk ditangkarkan. Tapi Amrun dan rekan-rekannya khawatir. Jika buaya dibawa, mereka takut akan terjadi apa-apa terhadap dirinya. “Kalau saya demam setelah dibawa, apa mau dibawa lagi ke sini?” tutur Amrun, polos.

Perundingan di kediaman Amrun berlangsung panas. KSDA ngotot minta buaya segera dibawa. Sementara Amrun bersikeras tetap tinggal. Akhirnya, setelah dimediasi Ketua RT 24 Sayuti (45), Amrun mengalah. Dia rela buaya tangkapan tak sengajanya itu dibawa pergi KSDA.

Nah, saat petugas akan membawa buaya itu pergi, keluarga Cik Mah menggagalkan rencana tersebut. “Kasihan adik saya. Dia minta buaya ini dilepas. Jangan dibawa,” hardik seorang wanita, memancing keingintahuan orang-orang di kerumunan itu.

Setelah melihat keadaan Cik Mah dan membaca keinginan warga, giliran petugas KSDA yang mengalah. Sekitar pukul 12.15 WIB, buaya yang ditaksir berumur tiga tahun itu dilepas kembali ke danau. Tempat induknya sedang menunggu.

Sepengakuan warga, setahun lalu juga ada seekor buaya yang berhasil ditangkap. Cuma panjang buaya itu tak kurang dari 1 meter. Karena dinilai masih kecil, dan warga percaya itu penunggu Danau Sipin, buaya dilepas begitu saja di tempat penemuan.(nas)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 11, 2009 in News Terkini

 

Tag: , , , , , ,

One response to “Gara-gara Buaya, Warga Kesurupan

  1. novi

    Januari 20, 2010 at 9:23 am

    wow beritanya mantap loh!!!!!!!!!!!!!!!!!!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: