RSS

Polisi Ditantang Keringatan

04 Feb

Catatan Komjen Pol Anang Iskandar sewaktu Menjabat Kapolda Jambi

Kalau diibaratkan lingkaran, maka sistem di Polda Jambi bisa dianggap lingkaran besar. Di dalam lingkaran besar itu, ada pula lingkaran-lingkaran kecil sebanyak 32 buah –sesuai jumlah satker di jajaran Polda Jambi- yang merupakan sub sistem. Nah, keseluruhan sistem inilah yang bergerak terus menerus menyokong kemajuan Polda Jambi secara general.

Pertanyaannya, bagaimana seluruh sub sistem ini bisa bergerak sesuai sistem utama yang saya bentuk? Jawabannya ada pada program dan evaluasi. Setiap hari, harus ada program yang bergerak untuk menciptakan simpul prestasi. Dan tiap minggu, harus ada pula evaluasi sebagai kunci keberhasilan program yang sudah berjalan.

Saya jelaskan satu-satu sistem yang kini sedang berjalan di Polda Jambi. Pertama, sistem yang kita bangun adalah membangun keyakinan masyarakat. Karena, sistem ini tidak akan jalan kalau tidak ada masyarakatnya. Supaya gerakan di kepolisian bisa sinergi dengan masyarakat, muncullah satu program bernama focus group discussion (FGD).

FGD diharap bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk bersuara. Intinya, semua bebas bicara di dalam forum FGD. Supaya puas, FGD tahun ini ditargetkan sebanyak 1.848 kali dengan pelaksanaan tersebar di seluruh satker Polda Jambi. Berbagai persoalan dibahas, berbagai solusi dicari bersama, dan, berbagai keluh kesah selama ini yang mengganjal di dada dikeluarkan.

FGD memiliki beberapa tujuan. Antara lain, menemukan solusi, alternatif solusi dan melahirkan ide solusi. Semua hasil diskusi nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Minimal bisa menambah wawasan bagi peserta diskusi. Tujuan lain, yakni sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah atau polisi, dan masyarakat dengan masyarakat. Efek akhirnya, persoalan yang mengkristal di masyarakat bisa dipecahkan secara bersama-sama.

Forum diskusi ini juga berfungsi ganda: proses pembelajaran, sosialisasi terhadap permasalahan yang muncul, dan sebagai proses adu argumentasi. Jika ini berjalan, dipastikan seluruh peserta diskusi yang hadir akan membawa banyak ilmu sepulang dari FGD, karena narasumber yang dihadirkan adalah orang-orang berkompeten di bidang masing-masing sesuai pokok diskusi. Polisi berperan sebagai fasilitator dengan narasumber ditunjuk langsung oleh panitia dari kepolisian.

Inilah program atau sistem pertama, FGD.

Sistem kedua adalah latihan, baik berupa penjagaan, preventif maupun preentif. Seluruh kegiatan personil Polri di jajaran Polda Jambi, merupakan latihan panjang dalam waktu cukup lama. Hari ke hari, personil saya anggap sedang berlatih menyempurnakan kemampuannya demi penciptaan kamtibmas di masyarakat. Outbond salah satu bentuk latihan ini.

Outbond adalah salah satu olahraga yang bertujuan meningkatkan kemampuan peserta, baik dari segi karakter, tim building, keterampilan maupun pelaksanaan tugas. Keempat sasaran ini digarap secara serius dalam beragam aktivitas outbond. Saya menganggap tugas polisi di Jambi sebagai latihan. Saya tutor sedang seluruh jajaran adalah peserta latihan. Sebagai tutor, saya menempatkan kondisi tertentu untuk memunculkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan serta karakter anggota (peserta) Polda Jambi.

Kemampuan peserta kadang tampil tidak cantik, maka tugas saya lah yang mempercantik. Jika sudah cantik, tugas saya pula memaintance-nya supaya bertahan lama.

Sistem kedua, latihan.

Masih ada tiga sistem lagi yang kami bentuk. Sistem ketiga adalah patroli multi sasaran (PMS). PMS sebetulnya kegiatan rutin yang sasarannya adalah kasus-kasus yang tidak ada korban atau pelapornya. Dengan adanya PMS, itu berarti ada dua tugas rutin jajaran Polda Jambi. Kegiatan rutin seperti penindakan kriminal murni dan PMS.

Fungsi-fungsi personil tetap sama. Tim PMS menggelar operasi secara patroli dan opensif, tim penyidik rutin menindaklanjuti hasil operasi PMS. Dua-duanya saling mendukung. Dua-duanya menargetkan pengurangi angka kriminalitas di Jambi. Dan, dua-duanya mempengaruhi kinerja secara keseluruhan Polda Jambi.

Satu tim PMS rata-rata berisi 10 personil dengan gugus fungsi masing-masing. Setiap hari, tim ini bergerak dalam dua cara kerja, sweeping (patroli) dan opensif (penindakan). Jam kerjanya full. Dari pagi sampai malam. Supaya personil tak kelelahan, tiap tim bertugas selama setengah hari. Setengah hari lagi diisi oleh tim yang lain. Total tim yang bergerak di seluruh Satker dalam jajaran Polda Jambi, berjumlah 2. Jadi, jika 1 tim terdiri dari 10 personil, maka dalam satu hari 20 personil polisi berjaga-jaga penuh untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat Jambi.

Tidak ada kata libur. Senin sampai Minggu, semua tim bergerak di wilayah kerja masing-masing. Bahkan ketika masyarakat sudah tidur karena kelelahan di malam hari, personil PMS masih berkeliaran di jalan-jalan, mencari dan menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Jambi. Istirahat hanya berlaku ketika pergantian shift atau ketika pergantian personil tim. Pergantian personil tim ini biasanya dilakukan setiap satu minggu sekali. Sehingga, seluruh jajaran satker bisa merasakan pernah terlibat dalam PMS.

Target operasi terdiri dari beberapa tindak kriminal crime without victim. Seperti narkoba, miras, judi, ilegal logging, ilegal mining, pupuk ilegal, BBM ilegal, PETI, senjata tajam (sajam), prostitusi dan berbagai kejahatan jalanan lain. Makanya, sejak tiga bulan terakhir, dari Januari hingga Maret 2012, sudah ribuan kasus serupa itu yang ditindak aparat kepolisian dalam wilayah Polda Jambi.

Detail cara kerja, tiap satker membentuk tim PMS. Tim terdiri dari berbagai fungsi di satker masing-masing, mulai dari krimum, krimsus, sampai inteligen dan ops. Setelah tim terbentuk, personil inteligen bergerak mengumpulkan informasi-informasi dari masyarakat. Selain itu, mabes masing-masing satker juga menampung informasi dari masyarakat. Setelah informasi didapat dan mendekati kebenaran, barulah tim PMS bergerak untuk sweeping. Biasanya, jika cara ini diterapkan, tim PNS yang sweeping akan membuahkan hasil.

Begitu hasil didapat, tim PMS akan menyerahkan hasil penindakan kepada fungsi masing-masing di satker. Misalnya penangkapan narkoba, maka BB dan pelaku diserahkan kepada satuan narkoba. Begitu juga dengan sajam, miras dan semacamnya, diserahkan kepada satkrimum. Selanjutnya, fungsi-fungsi inilah yang menjalankan tugas penyidikan sampai akhirnya penahanan serta pemberkasan. Semua dilakukan dalam waktu bersamaan, cepat dan penuh nuansa kerja keras. Tak ada yang boleh bersantai-santai. Semua harus keringatan dan penuh tanggungjawab.

Ini sistem ketiga, PMS.

Sistem keempat, penindakan. Sistem ini adalah tugas rutin seluruh personil Polri. Fungsi-fungsi polisi bergerak sesuai koridornya, mulai dari proses intelijen, penyelidikan, penyidikan, sampai tindaklanjut ke jalur hukum atau pengadilan. Tiap kasus, diupayakan sampai pada titik akhir pemberhentian, yakni pengadilan atau meja hijau.

Seluruh personil berusaha keras memperjuangkan kasus-kasus bisa tuntas, tak hanya sampai sebatas penyelidikan atau penyidikan. Rasanya belum maksimal kalau PMS berjalan, tugas rutin berhasil, tapi tidak sampai ke pengadilan. Sistem ini sangat mendukung sistem-sitem sebelumnya. Sangat penting.

Inilah sistem keempat, penindakan.

Keempat program sistem itu ditutup dengan sistem kunci dan sebagai roh dari seluruh sistem, yakni, analisa dan evaluasi (anev).

Secara simultan, seluruh sistem digerakkan oleh evaluasi. Makanya anev menjadi sistem yang membuat setiap hari personil di seluruh satker Polda Jambi keringatan.

Dalam anev yang dilaksanakan setiap hari Jumat, dinilai proses (manajerial), hasil (kinerja/fisikal) dan dampak (roh giat polisi). Dalam anev, ada fungsi koreksi, dorongan atau motivasi, justifikasi, ren, or, lak dan wasdal. Ibarat main bola, anev adalah gelandangnya. Bisa mengoper bola ke mana saja, supaya bola tersebut bisa menjurus ke gawang atau target pencapaian.

Kekuatan anev adalah serius dan konsisten. Istilahnya, the power of consistency. Leadership adalah kuncinya. Di sinilah letak peran saya selaku Kapolda Jambi. Jika saya tidak konsisten melaksanakan anev, bisa-bisa seluruh sistem yang telah terbentuk dan berjalan tidak akan ada arah jelasnya.

Sebab, dengan adanya anev, seluruh pesonil bisa melihat arahan yang jelas mau ke mana mereka bergerak. Dengan begini, saya tidak akan takut bawahan saya kesasar, tidak pula takut mereka kehabisan ongkos saat di perjalanan, karena mereka kini telah terarah dengan jelas!

Dengan arah yang jelas, saya juga tidak khawatir kalau masing-masing satker punya sistem masing-masing. Sebab, aligment nya telah terbentuk. Apapun sistem yang dibuat atau berjalan di 32 satker jajaran Polda Jambi, arahnya sudah pasti: kinerja, roh dan manajerial. Semua itu dalam upaya menuju polisi yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BETAH).

Evaluasi adalah kunci atau sistem utama dari seluruh sistem di Polda Jambi yang saya rancang. Kebanyakan orang, sering lupa tentang evaluasi ini. Kebanyakan mengandalkan sub sistem atau program-program, tapi mengabaikan evaluasi. Padahal, jalan atau tidaknya sistem, semua tergantung evaluasi yang dilakukan manajer atau pimpinan. Di dalam evaluasi inilah, setiap pimpinan bisa memberi perannya yang sangat penting sebagai penjaga sistem supaya berjalan maksimal dan sesuai arah yang diinginkan.

Jika hanya mengandalkan sub sistem atau program, maka hasil yang dicapai tidak akan maksimal dan berimbang. Dengan membiarkan program yang berjalan, akan timbul satuan-satuan yang menonjol, pada waktu bersamaan, akan muncul pula satuan-satuan yang meredup. Masing-masing satuan berebut meraih prestasi, tapi kehilangan arah dalam hal pembinaan sumber daya manusia (SDM) di dalam satuannya. Ini yang memprihatinkan.

Menurut penilaian saya pribadi, tugas seorang pemimpin yang paling berharga adalah mewariskan SDM kepada bawahan. Prestasi memang perlu, tapi, jauh lebih perlu lagi penciptaan SDM di seluruh jajaran staf. Yang bodoh dipintarkan, yang lemah dikuatkan, yang belum pengalaman diberi pelatihan, sehingga seluruh personil benar-benar kuat sehingga membawa pengaruh sangat kuat bagi keseluruhan satuan. Makanya, dalam memimpin, saya memperhatikan yang lemah, bukan yang kuat. Dengan menguatkan yang lemah, otomatis dia akan melengkapi kekuatan seluruh tim.

Jadi, keseluruhan sistem, mulai dari latihan, FGD dan PMS, dikunci dengan sistem anev. Dalam anev ini pelaksanaan dan manajerial dikupas. Di sini pulalah saya sempat memberi feedback kepada personil soal latihan, FGD, PMS dan penindakan.

Sistem ini saya temukan dari literatur bisnis, bukan dari literatur polisi. Juga dari pengalaman-pengalaman saya selama bertugas di kepolisian. Fungsi leadership inilah yang melekat dalam evaluasi. Sebab, leadership itu bukan konsep, tapi bagaimana menerapkan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari. Ini pula saripati ajaran begawan Kesowosidi, Hasto Broto.

Hasto broto atau hasta brata adalah ajaran begawan kesowosidi kepada arjuna dan dapat dipakai oleh siapapun yg ingin jadi pemimpin. Pada intinya, kita diminta untuk belajar dan menerapkan 8 sifat alam semesta. Dan menemukan sendiri titik keseimbangan keberhasilan dalam praktek kehidupan sehari hari. Apapun jenis kelamin kita, apapun profesi kita, siapapun diri kita dan bagaimanapun kondisi kita.

Pemimpin, pria atau wanita, pemimpin negara atau pemimpim partai, pemimpin perusahaan atau pemimpin keluarga diharap menemukan dan menjalankan sifat ke 8 unsur alam semesta sebagai berikut:

1. KISMO (bumi)

Kismo artinya bumi, seorang pemimpin harus murah hati, bagaikan bumi/tanah, siapa orang yang mau mengolah dan menanaminya maka bumi/tanah memberikan hasil panennya. Siapa yang bersemangat menanam, dialah yang akan memanen hasilnya.

2. MARUTO (angin)

Maruto artinya angin, seorang pemimpin harus entengan, peduli  harus tahu sampai jajaran yang paling bawah dan paling jauh (seperti angin berada di mana-mana). Siapa yang mudah menolong orang lain tanpa pamrih, dialah yang menerima pahalanya.

3. SAMUDRO (laut/air)

Samudro artinya laut , seorang pemimpin harus legowo menampung apa saja. Sifat laut airnya bening dan rata jika tidak kena tekanan atau ombak, seorang pemimpin harus bening dan lembut tutur katanya serta adil. Siapa yang bijaksana dalam menjalankan tugas, ia yang akan mendapatkan hikmahnya.

4.CONDRO (rembulan)

Condro artinya rembulan, seorang pemimpin harus mampu memberi penerang kepada yang gelap, memberi pintar kepada yang bodo, memberi penyejuk bagi yang kegerahan. Siapa di antara kita yang memberikan arah/berdakwah untuk membimbing umat, dialah yang diberi tongkat.

5. SURYO (matahari)

Suryo artinya matahari selalu menyinari laut, awan dan alam semesta sehingga tercipta keharmonisan alam. Seorang pemimpin harus dermawan, senang memberi, sering menugaskan anak buahnya untuk pekerjaan yang ia sendiri menyukai. Siapa yang disiplin dan konsisten, dialah yang menerima reward.

6. ANGKOSO (angkasa/langit)

Angkoso/angkasa artinya langit selalu melindungi seluruh jagat seisinya, seorang pemimpin harus mampu melindungi bawahannya dengan tak kecuali/siapapun. Siapa yang memegang teguh keyakinan, dialah yang mudah sukses.

7.DAHONO (api)

Dahono artinya api, seorang pemimpin harus berani mengambil resiko, jika ada anak buah yang salah tetap harus dihukum walaupun masih saudaranya. Siapa yang tidak KKN, dialah yang selamat dan menemukan kebahagian.

8.KARTIKO ( bintang/ lintang)

Kartiko artinya lintang, seorang pemimpin harus sehat jasmani dan rochani karena akan menjadi panutan anak buahnya. Seperti sifat lintang menjadi pedoman/ patokan. sepert zaman nenek moyang kita jika hendak berlayar, bertani dan sebagainya terlebih dahulu melihat lintang… Siapa yang bisa menjadi teladan, dialah yang memimpin.

Pertanyaannya, adakah di antara kita yang bisa memahami hasta brata ini? Di jaman kapitalis seperti sekarang ini dan perbandingan pria dan wanita yang hampir sama, dimana uang sebagai komoditas utama dan kemewahan sebagai pakaian sehari hari, apakah di antara kita ada yang menjalani?

Saya percaya, ada di antara kita yang memahami dan menjalani hasta brata ajaran begawan kesowosidi. Pada hakekatnya alam ini dihuni oleh pemimpin dan pecundang. Sadar atau tidak kita sudah terploting sebagi pemimpin atau pecundang

Masalahnya kita masuk yang mana? Kalau masuk ke dalam kelompok pemimpin ya tinggal memantapkan, kalau masuk kelompok pecundang ya tinggal hijrah dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya. Kepemimpinan model hasta brata tentu tidak dibentuk dan dibangun tapi diinspirasi oleh pemimpin di atasnya. Dia muncul karena kebutuhan alam semesta.

Itu sebabnya banyak di antara kita yang masih mengharapkan datangnya satria piningit yang akan menjadi pemimpin untuk mewujudkan negeri yang gemah ripah lohjinawi toto tentrem kerta raharja ini.

Makanya, dalam sistem yang saya rancang ini, saya mementingkan manusianya, dari pimpinan sampai operatornya. Jadi, seorang pimpinan yang sungguh-sungguh adalah pemimpin yang menanamkan SDM. Karena investasi SDM itulah yang menjadi beban seorang pemimpin.

Lalu ada pertanyaan, apakah dengan sistem yang keringatan ini personil terbebani, atau tersemangati? Jawaban saya sederhana. Hidup ini adalah beban, justru dengan adanya beban itulah yang harus kita tumbuhkan kreatifitas untuk mendapat hasil maksimal. Makanya, kita harus gagah membawa beban.

Dengan sistem ini, personil yang terjauh bisa terakomodir. Sistem ini menjadi rambu-rambu bagi seluruh polisi yang ada di Jambi. Proses, hasil dan dampak, adalah arah jelas yang harus dilakukan dan dipahami bagi seluruh personil.

Lalu dalam penerapannya, bagaimana dengan keterbatasan personil? Mulai FGD, PMS sampai fungsi rutin polisi, harus bergerak dengan personil yang sedikit? Jawabannya, tak ada rotan akar pun jadi. Jangan menunggu semuanya perfect, karena hidup di dunia tidak ada yang sempurna. Lakukan yang bisa dilakukan, tapi sesuai arah yang ingin kita capai. Itu saja.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 4, 2015 in Renungan

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: