RSS

Arsip Kategori: Cerpen

THR

Cerpen: Monas Junior

             Sebenarnya dia sudah siap, tapi hatinya bersikeras mengatakan belum. Ini membuat langkahnya limbung. Dia bingung. Apakah harus pergi atau berdiam diri saja di kamar yang mesra ini. Berkali-kali istrinya memuja ketampanannya, memuji kerapian dandanannya, berdecak-decak takjub menatapinya, tapi dia sangat yakin itu belum cukup memuaskan.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 20, 2014 in Cerpen

 

Akhir Tahun

Cerpen: Monas Junior

 

            Angin menyisakan kering di kerut kulit, meninggalkan debu di antara persendian, meresapkan dingin di daun telinga Rahmat, pria bertubuh pendek namun gemuk, ketika berdiri ragu di depan rumah Sobari, Kepala Desa Kerlung.

Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2008 in Cerpen

 

Tag: , ,

Rindu Ikan Akan Ayam

Cerpen: Monas Junior

 

            Kapal telah merapat. Satu persatu penumpang berjejalan mengangkat barang bawaan ke bawah menuju dermaga yang telah menyambut dengan riangnya di siang terik musim panas tahun ini. Aku, mengenakan rompi coklat, bertopi hitam celana jeans biru mengikuti jejak-jejak telapak kaki mereka. Akhirnya sejam lebih di laut, tubuhku merasa nyaman berdiri di tanah Si Hang Tuah, laksamana angkatan laut Kerajaan Bintan atau terkenal dengan nama Kerajaan Malaka masa bauhelak ini.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2008 in Cerpen

 

Vrigid

Cerpen: Monas Junior

 

            Aku wanita diambang 50 tahun. Tubuh kerempeng, kulit keriput, rambut putih, mata sayu, sangat tak menarik bagi lelaki manapun. Termasuk bagi Afsya, suamiku (lelaki yang dulu telah kupilih sebagai persinggahan terakhir bagi cinta, hati, dan hidupku).

            Kemana cinta? Kemana kenangan? Kemana hasrat menggebu yang dulu memanas acapkali sentuhan-sentuhan menyudahi setiap pertemuan, setiap pertengkaran, setiap permasalahan, setiap suasana? Kemana, kemana pergi semua?

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2008 in Cerpen

 

Tag: , , , ,

Tahi Lalat

Cerpen: Monas Junior

Tahi lalat itu, yang jelas, bukan sejenis makanan atau minuman. Bukan juga penyakit kulit menakutkan.

Mungkin manusia paling paham mengenai definisi, makna, manfaat dari tahi lalat, ialah Udin. Pria sepertiga abad yang belum punya bini. Pegawai rendahan akibat kurang kuliahan, tubuh oke, postur tinggi, putih warna kulitnya. Tinggal sendiri di rumah kontrakan satu kamar dua pintu. Anak sulung.

Seperti manusia lain, ia sama sekali tak tampak berbeda. Bahkan wajahnya menyinarkan bias-bias ketampanan. Dengan cambang tipis merata di area pipi, atas bibir, dan dagu. Klimis jika ia memangkas rambutnya tiap dua minggu sekali. Lihat, ia sama sekali tak ada beda.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2008 in Cerpen

 

Tag: , ,