RSS

Arsip Kategori: Curahan

Belajar dari Generasi Z (edisi sadar usia)

IMG_5039

Saya generasi X. Generasi tahan banting. Serba bisa. Gampang diajak beradaptasi. Saya, generasi yang mulai menipis di bumi ini. Dan saya, mulai tua. (Hahaha…ngenes).

Pembagian periode generasi ini, memang menyakitkan (karena membuat saya sadar mulai tua) sekaligus menyenangkan (karena bermanfaat). Manfaatnya, kita (yang generasi x ngaku lah…) jadi bisa menyesuaikan dan menerima tingkah laku generasi berikuitnya.

Teori yang diambil dari mana-mana, y dan z, ciri-cirinya hampir sama. Pecandu gadget dan internet beserta antek-anteknya. Dunia maya sudah jadi bahan mainan. Bukan hal luar biasa lagi. Para gadgetholic ini (maksain istilah, red), sukanya aneh-aneh di mata generasi x.

Apalagi generasi z, mereka semua cenderung butuh segala sesuatu itu bisa cepat, cepat dan cepat. Serba instans. Proses tidak perlu, yang perlu hasil. Adeeeh…

Tapi, ya, mau diapain lagi, lah. Begini lah lingkungan sejak lahir membentuk mereka. Sadar atau tidak sadar, generasi x dan y lah yang menggiring mereka jadi seperti saat ini. Ya, terima saja lah.

Karena serba cepat, otak generasi z, kerjanya berlipat-lipat dibanding x dan y. Otak kanan dan kiri mereka, bisa berfungsi pada saat yang bersamaan tanpa pusing sedikitpun. Ini kehebatan generasi z. Dan ini, sangat dibutuhkan oleh penulis.

Otak kiri yang cenderung matematis dan otak kanan yang cenderung imajinatif, dibuat bergabung dengan cara tertentu oleh penulis. Hasilnya, karya tulisan yang sulit ditebak dan punya estetika yang tinggi. Tetapi, tidak setiap hari si penulis bisa berbuat begitu, ya, tidak setiap hari. Tapi generasi Z, bisa tiap saat, sodara-sodari! Supper sekali (sorry om Mario, pinjam bentar).

Ndak percaya, coba perhatikan anak atau ponakan Anda. Saya saja takjub.

Tadi sore, saya tiba di Muarabulian, Ibukota Kabupaten Batanghari. Di rumah kakak saya, Cesa, anaknya, menyambut saya dan istri saya dengan santainya. Lalu mendekati saya, mengambil ponsel saya, minta password hp, dan, detik berikut instagram saya dibajak. Detik berikutnya IG dia sudah ada di IG saya (susah jelasin bagian ini, takut salah istilah malah jadi malu-maluin). Intinya, cepat sekali prosesnya.

Sambil cengangas-cengenges, tu gadis kelas 2 SMP masuk ke rumah. Tak lama, ke luar lagi sambil ngantongi hp-nya dan earphone melekat di telinga. Saya yakin dia sedang mendengarkan lagu. Tapi saya kaget sewaktu dengan santainya dia mengajak saya ngobrol. Sambil dengerin lagu sambil ngobrol dan nyambung! Hebat sekali!

Dari sini saya belajar, bahwa anak-anak sekarang, terkadang kesannya cuek, tapi sebenarnya peduli dan peka (lewat cara mereka sendiri -bagian ini yang belum ada teori penjelasannya-). Jadi wajar, ketika orang-orang seperti saya sering emosi saat mengajari anak-anak sekarang karena mereka seperti tidak perhatian. Tapi pas ditanya, eh, mereka tau apa yang dimaksudkan. Cerdas sekali.

Sampai di sini, saya jadi merenung dan mulai menyesuaikan diri (tidak termasuk di bagian usia penyesuaiannya. Catat!). Kalau mau memasukkan ajaran kepada generasi z, cobalah dengan cara cepat, to the point dan ekstra sabar. Pada intinya, mereka lebih cerdas dari kita-kita (khusus generasi x, ya). Sehingga mengajari mereka, jauh lebih mudah dibanding mengajari diri kita sendiri.

Terakhir, saya jadi bisa belajar, bahwa usia, memang tak bisa dilawan (ya ea laaaah…). Menua itu pasti, tapi mengenali yang muda juga langkah pasti yang harus ditempuh.

Selamat menua, kawan-kawan…

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 3, 2017 in Curahan, Renungan

 

Tag: , , ,

Latihan Menulis (Back to Diary) 1

Hari ini sangat melelahkan. Sudah malam kurang tidur, pagi-pagi pukul 08.00, saya harus bangun lalu menemui seorang pejabat di daerah Merangin. Meski  mata masih sangat berat untuk dibuka,  saya memaksakan kaki untuk melangkah ke kamar mandi. Sebagian kasur telah bercerai dengan seprai putih yang lembut. Seprai di lantai, kasur masih saja di atas, keduanya tak saling tegur.

Di kamar mandi, air panas masih seperti kemarin, sama sekali tak berfungsi sejak hari pertama saya menginap di hotel ini. Jadi, terpaksa mandi air dingin di pagi hari dengan kondisi kurang tidur. Klop sudah penderitaan….


Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 24, 2017 in Curahan

 

Tag: , , , , , ,

Di Antara Lelahmu

Kau sedang tertidur, persis ketika aku menatapmu dengan mata yang mulai berair. Wajahmu begitu lelah, tapi seperti biasa, tetap cantik. Kau terpejam, nafasmu berat, satu-satu, diiringi dada yang naik turun, seperti peri-peri usai melaksanakan tugas kebaikan.

Kau sedang tertidur, ketika otakku masih panas, ototku masih tegang, hatiku masih cemas memikirkan hari esok yang masih belum jelas. Rasanya ingin membangunkanmu dengan kecupan ringan di kening, lalu pipi, lalu mata, lalu hidung, lalu bibir, tapi aku urungkan. Kau, begitu terbenam dengan kelelapan yang sempurna. Bahkan selimut pun tak kau hiraukan, terberai-berai di antara kakimu.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 4, 2015 in Curahan

 

Tag: , ,

HBA (dan) Atau Zola?

Dari dua juta lebih penduduk provinsi Jambi, hanya dua orang yang kini benar-benar tegas menyatakan maju pada pemilihan gubernur (Pilgub) Desember 2015 nanti. Sudah tahu semua kan? Jelas tahu dong. Hasan Basri Agus (HBA) dan Zumi Zola (Zola). Siapa lagi kalau bukan mereka.

HBA sudah didukung penuh oleh partainya (Demokrat), dan Zola juga begitu (PAN). PKS telah menyatakan dukungan ke HBA, Zola tak mau ketinggalan, PKB digandengnya. Walau partai-partai lain belum menyatakan sikap resmi, tapi, sepertinya kita sudah bisa menebak akhir dari babak dukung mendukung ini.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 10, 2015 in Curahan, News Terkini, Renungan

 

Tag: , , , , , , ,

Life is Difficult, So What?

What is the most difficult thing in life? The answer is, absolutely all thing! Breathing, walking, sleeping, waking up, until you back to sleep again. So, what is the easy thing in life? It is also difficult, because there is nothing which is difficult. Do you understand? If not, i wont blame you. Because i don’t understand, either. It is difficult to be understood. Seriously!

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 9, 2015 in Curahan

 

Tag: , , , ,

Waking Up in the foam of soap and a stack of spirit

Writer: Monas Junior

Translate By Jennifer Agustia from “Terbangun di antara sabun dan tumpukan semangan (Indonesia version)”

Every time i wake up from a perfect sleep, i will always call your name. When your not there, i will call your heart. And you are going to speak cheerfully with a jest like the dew on leafs. “What’s wrong, losing your wife, huh?” You said with a fake denial, although i do that because afraid of losing my wife. But, my yearning will be disappear. I am relieved.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 18, 2014 in Curahan, Renungan, Sastra

 

Tag: , , , ,

Aku, Rakyat (yang mau muntah!)

Akhir-akhir ini aku mau muntah. Muntah yang banyak, bahkan mungkin sampai terberak-berak darah. Karena, akhir-akhir ini, aku muak mendengar banyak orang terus-terusan menyebut namaku, mengelu-elukan keberadaanku, mengangkat-angkat derajatku dan mengemis-ngemis suaraku karena aku, rakyat, yang entah sudah berapa lama dilupakan.

Ya, akhir-akhir ini aku mau muntah! Muntah yang banyak, sangat banyak hingga kalian tak akan sanggup menampungnya dalam wadah apapun. Sebab aku tahu, bahwa esok, setelah kini kalian agung-agungkan aku, kalian sanjung-sanjungkan, kalian andal-andalkan dan kalian jual-jual dengan harga murah, aku, akan tetap seperti ini.

Berkutat dengan perjuangan sendiri, peluh sendiri, nasib sendiri dan takdir sendiri di bawah himpitan harga hidup yang terus meroket, mencekik dan perlahan-lahan membunuh dengan kepastian yang tak terbantahkan.

Sementara kalian, yang tadinya menyebutku, mengagungkanku, menyenandungkanku, mengelu-elukanku dan mengangkat-angkat derajatku, telah berlari, bersembunyi dan berdiam diri dengan kejayaan yang telah kalian prediksi dari awal. Lalu apa yang tersisa dari aku? Kecuali aku, rakyat, ya, seperti itu-itu saja dan begini-begini terus.

Karena itu, aku muak, sangat muak. Izinkan aku muntah sebelum kalian muntah menertawakan kebodohanku yang seperti itu-itu saja sepanjang waktu!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 1, 2014 in Curahan