RSS

Arsip Tag: Renungan

Di Antara Lelahmu

Kau sedang tertidur, persis ketika aku menatapmu dengan mata yang mulai berair. Wajahmu begitu lelah, tapi seperti biasa, tetap cantik. Kau terpejam, nafasmu berat, satu-satu, diiringi dada yang naik turun, seperti peri-peri usai melaksanakan tugas kebaikan.

Kau sedang tertidur, ketika otakku masih panas, ototku masih tegang, hatiku masih cemas memikirkan hari esok yang masih belum jelas. Rasanya ingin membangunkanmu dengan kecupan ringan di kening, lalu pipi, lalu mata, lalu hidung, lalu bibir, tapi aku urungkan. Kau, begitu terbenam dengan kelelapan yang sempurna. Bahkan selimut pun tak kau hiraukan, terberai-berai di antara kakimu.

Read the rest of this entry »

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 4, 2015 in Curahan

 

Tag: , ,

Yang tercecer…

Pas lagi ngecek email ku, eh tahu-tahu dapat puisi yang dah lama aku tulis. Tapi lupa mengarsipkannya.

—————

Sintesis
:Wulan

Aku ingin teriak keras-keras, tetapi tak ada gunung
yang sanggup mendengar suaraku. Aku ingin memanjat
gelisah kesendirian ini menuju bianglala yang
terpeleset di tabir senja, lagi-lagi ketinggian
membuat aku gamang lalu memaksaku turun ke lembah
terendah kesunyian.

Pernah juga kucari selendang awan di balik wajah
Wohler, ataupun Urea hasil pemanasan amonium sianat di
tujuh lubang tanah merah ini. Tak ada yang berlebih
jika tumbuh-tumbuhan itu ceria dan mengangguk-angguk
senang atas keberhasilan kimia sintesis menghidupkan
mereka. Tapi hujan asam membuat kulitku mengkerut,
pucat dan dingin sangat.

Zat-zat organik itu, sangat busuk sayang. Sebusuk
hatiku yang kelu dingin dan butuh transplantasi rindu.
Tapi hati ini bukan senyawa yang bisa dibuat
dilaboratorium, ataupun atom-atom terstruktur itu!

Aku butuh kau, tolong aduk aku ke dalam bejana
hidupmu. Jadikan aku urea yang terbaik bagi hatimu.

Jambi, Agustus 2004

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 20, 2008 in Renungan

 

Tag: , , ,

Antara Wartawan dan Penulis

Topik ‘antara wartawan dan penulis’ ini, sebenarnya sudah seringkali disinggung oleh beberapa rekan saya. Seperti Joni Rizal (Laety) dan Deddy Rachmawan. Maka saya pun tertarik mengangkat hal serupa dalam kerangka yang berbeda. Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 16, 2008 in Renungan

 

Tag: , , ,

Salah Siapa Hutan Gundul?

Sebenarnya beberapa hari lalu saya baru sadar, ternyata 90 persen hutan di kabupaten Tanjung Jabung Barat (Provinsi Jambi), sudah gundul segundul-gundu paculnya.
Fakta itu saya temui ketika berkunjung ke salah satu perusahaan raksasa produsen bubuk kertas di Dusun Sungai Tapah, Desa Tebing Tinggi, kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjab Barat. Sebut saja perusahaan itu, PT WEKAES. Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 18, 2008 in Renungan

 

Tag: , , ,